Berawal dari tekad untuk
menambah pendapatan keluarga. Secara pribadi, Wilda Kholiilaa dan sang ibu
memang suka dengan bolu. Ditambah dengan latar pendidikan sang ibu dibidang
gizi dan dirinya dibidang Ekonomi. Ide membuka usaha toko kue itu muncul karena
mereka pernah mencoba berbagai rasa bolu, pasangan ibu dan anak ini merasa bolu
pisang dan bolu tape adalah varian bolu yang “beda” dengan yang lain. Walaupun
ada di tempat lain, tapi mereka hanya ingin beda untuk dilihat dari sisi rasa
yang home made.
Toko kue yang didiran oleh
sang ibu dengan dukungan penuh oleh keluarga besar ternyata sudah berdiri sejak
awal tahun 2005. Namun sempat berhenti dan kemudian lanjut kembali. Hingga toko
kue tersebut mulai terasa
perkembangannya semakin membaik di tahun 2011.
Ada tiga karyawan part
time, satu karyawan tetap, serta keluarga yang selalu standby di dalam toko. “toko kue ini dikelola
oleh keluarga. Ibu mengatur produksi. Ayah mengatur pembelanjaan bahan produksi
dan kemasan. Saya mengatur finishing, administrasi, pemasaran, dan
keuangan”, ucap Wilda.
Ada visi misi yang
dimiliki mereka dalam mendirikan dan menjalankan usaha membuka toko kue, yakni
tidak lain tidak bukan adalah ingin bermanfaat bagi orang lain. Latar belakang
pendidikan yang ingin mereka aplikasikan saat ini, serta menjadikan sunnah
bahwa berwirausaha adalah contoh dari tauladan kita Nabi Muhammad SAW. Mereka
juga memproduksi bolu dengan sistem hire karyawan dari ibu-ibu sekitar
rumah yang ingin bekerja part time. Hal itu cukup merepresentasikan.
“Kami ingin memproduksi
bolu rasa home made, enak, memiliki ciri khas tersendiri, dan harganya
terjangkau. Sehingga jika sudah merasakan sekali, konsumen tau ini produksi
BOLU UMMI”, tambahnya.
Dalam berwirausaha, pasti
ada suka dukanya. Duka yang pernah mereka alami adalah dalam hal bahan produksi
yang mereka dapatkan dalam keadaan kurang baik yang berakibat fatal pada hasil
bolu, sehingga mereka harus mencari supplier yang kualitasnya baik. Ada
juga dalam hal konsumen yang mengambil kesempatan untuk meminta harga murah,
karena kue yang mereka produksi masih home made dan belum memiliki PIRT
serta sertifikasi halal.
Kemudian, kelemahan dari
sistem made by order adalah konsumen yang kadang tidak jadi mengambil
bolu tanpa konfirmasi, namun ada pula konsumen yang sangat memaksa memesan bolu
walaupun pesanan yang kami terima sudah penuh. Di samping dari dukanya, namun
menurut mereka lebih banyak sukanya. Meski usaha yang mereka kelola ini
pasang-surut, tapi usaha bolu dibidang kuliner ini bisa dikatakan tidak ada
habisnya atau tidak ada berhentinya, karena sudah menjadi sebuah kebutuhan.
Target serta harapan Wilda
dan sang ibu awal untuk menambah pendapatan keluarga dan mengelola sendiri
keuangan usaha, memang sudah tercapai. Kemudian mereka juga senang karena bisa
membantu orang yang ingin melakukan kursus secara pribadi, terutama dalam hal
memproduksi kue.
Wanita kelahiran 20 Maret
1994 ini ngatakan bahwa kue bolunya dipasarkan dengan beraneka macam harga.
Untuk harga ia dan sang ibu memasarkan berdasarkan ukuran dan rasa. Dimulai
dari harga RP. 10.000 dan yang paling tinggi RP. 100.000. Ukuran tersebut
berdasarkan kegunaan bolu itu sendiri. Bisa menjadi souvenir dalam acara
keluarga dan kerabat, bisa menjadi buah tangan khas bogor, bisa juga menjadi
kue potongan kecil di prasmanan, serta bisa menjadi kue seserahan dan ulang
tahun.
“Bolu unggulan kami adalah
bolu bakar rasa pisang dan tape. Kemudian ada brownies original dan brownies
pisang, juga ada bolu pandan, bolu marmer, blackforest, dan bolu kukus”.
Usaha kue
bolu yang awalnya dipasarkan hanya dengan sistem dari mulut ke mulut selama
bertahun-tahun dan mulai berkembang di tahun 2011 memiliki omzet sekitar 10
sampai 20 juta. Sedangkan pendapatan atau keuntungan yang diterima sekitar 3
sampai 6 juta. Mereka juga membuka sistem reseller,
sehingga banyak pemesan yang membeli namun untuk dijual kembali.
Awal
tahun 2017 ini, Wilda dan sang ibu mulai memasarkan by online di media
sosial, dan menyediakan pesan antar menggunakan jasa logistik. “Reseller dan
konsumen terjauh by online ada yang di Jakarta dan Tangerang. Sementara
ada juga konsumen yang membawa bolu kami sampai ke Padang, Palembang, Lampung,
Makassar, dan lain lain”, tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar